PERBEDAAN BESKAP DAN BLANGKON " SOLO JOGJA "
PERBEDAAN BESKAP DAN BLANGKON " SOLO JOGJA "
Beberapa diantara Anda mungkin ada yang belum tahu mengenai perbedaan beskap dan blangkon dari daerah Solo dan Jogja. Mari kita simak penjelasannya😉
Adat Jawa memang kental dengan tradisinya, ditambah ciri khas pakaian adatnya yang dikenal dengan sebutan beskap untuk dikenakan pada seorang pria sedangkan untuk wanita dikenal dengan sebutan kebaya. Daerah yang kental dengan budaya dan tradisi Jawa biasanya terdapat di Solo atau Jogja. Namun siapa sangka ternyata walaupun memiliki kesamaan budaya, kedua daerah tersebut memiliki perbedaan utama yang dilihat dari busana adat Jawanya yang dikenakan yaitu dari beskap dan blangkon.
Beskap Solo memiliki kancing yang menyamping miring dan bagian belakang lebih pendek dari bagian depan, sedangkan Beskap Jogja, yang juga dikenal sebagai Surjan, memiliki kancing yang lurus dari atas ke bawah. Selain itu, ada perbedaan dalam cara pemakaian jarik (kain batik) dan blangkon (penutup kepala).
Berikut adalah rincian perbedaan antara Beskap Solo dan Jogja:
Beskap (Solo):
Kancing: Berbentuk menyamping miring.
Panjang: Bagian belakang lebih pendek dari bagian depan.
Motif: Bisa polos atau memiliki motif tertentu.
Filosofi: Menekankan keanggunan dan kehalusan.
Surjan (Jogja):
Kancing: Berbentuk lurus dari atas ke bawah.
Panjang: Bagian depan dan belakang hampir sama panjang, atau bagian depan sedikit lebih panjang.
Motif: Seringkali memiliki motif lurik atau kembang.
Filosofi: Menekankan nilai sakral dan kebesaran kerajaan.
Perbedaan Lainnya:
Jarik (Kain Batik):
Pada jarik gaya Yogyakarta, bagian ujung kain yang berwarna putih (disebut pethakan) harus terlihat. Sementara pada jarik gaya Surakarta, bagian pinggir kain yang berwarna kuning tidak boleh terlihat.
Blangkon:
Blangkon Solo memiliki bagian belakang yang rata (trepes), sedangkan blangkon Jogja memiliki tonjolan di bagian belakang (mondolan).
Perbedaan-perbedaan ini mencerminkan kekhasan budaya dan sejarah masing-masing daerah, yaitu Surakarta (Solo) dan Yogyakarta.